Senin, 10 Januari 2011

Mengungkap Misteri Harta Karun



Harta karun gaib baik berupa emas, uang dll memang selalu menarik perhatian banyak orang. Bukan rahasia lagi, dikalangan petinggi negara pun kerap berburu harta yang tak tampak ini entah dengan tujuan memperkaya diri ataupun untuk dengan niatan membantu keterpurukan ekonomi negara. Nah, pertanyaan adalah benarkah harta karun gaib itu benar-benar tersedia di alam sana?
Jawabannya sebenarnya cukup mudah, yaitu memang harta karun tersebut benar adanya karena sejumlah orang telah banyak yang berhasil mengambilnya. Hanya saja mengambil harta tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan!

Saking banyaknya orang yang tergiur harta ini terlebih ditengah kesulitan ekonomi  yang memuncak maka banyak pula bermunculan aksi penipuan orang-orang yang mengaku paranormal yang mampu menarik harta karun yang biasanya berupa uang atau emas. Padahal orang tsb bukanlah paranormal sejati dan hanya penipu ulung saja yang akhirnya akan memperburuk citra paranormal yang baik. Sindikat ini tidak hanya dilakukan oleh seorang pelaku saja melainkan beberapa orang yang akan berpura-pura sebagai pasien/klien yang mengaku berhasil menarik harta karun tsb. Biasanya dalam menipu, mereka membawa mobil bagus untuk ditunjukan kepada calon korbannya. Setelah korban terpengaruh maka ia pun akan menyiapkan banyak uang sebagai biaya penarikan harta karun tsb. Ujung-ujungnya adalah korban gagal mendapat harta karun dan para pelaku pun raib entah kemana.

Dari hasil perbincangan dengan beberapa praktisi supranatural, dapat diambil kesimpulan bahwa harta karun gaib itu sendiri dibagi 2 yaitu yang berasal dari golongan hitam dan putih.
1. Harta karun dari golongan hitam berasal dari mahluk halus sebangsa jin kafir, siluman ataupun iblis. Ritual ini biasa dinamakan pesugihan, biasanya mahluk yang ditemui berwujud menyeramkan atau ada unsur hewannya meski ada juga yang menampakan diri dgn tidak menyeramkan. Para pelaku harus memuja mereka dan sama sekali tidak boleh menyebut-nyebut kata-kata kalimah-kalimah suci. Jika dalam ritual tsb misalnya beristigfar ataupun mengucap subhanallah maka dipastikan akan gagal ritualnya. Bagi yang berhasil mendapat harta dari jalan hitam ini maka biasanya mereka harus 'memberi makan' kepada mahluk tersebut yang disebut tumbal berupa nyawa keluarga, teman atau musuh mereka. Harta karun dari golongan hitam relatif jauh lebih mudah didapat dibandingkan harta dari golongan putih karena orang berhati jahat pun bisa melakukannya.
2. Harta karun dari golongan putih berasal dari khodam malaikat ayat-ayat tertentu dalam kitab suci Al Quran. Untuk mendapatkan harta karun ini kesulitannya lumayan tinggi karena kita harus benar-benar memiliki ahlak yang baik dan lebih utama lagi yang sedang terdesak kebutuhan ekonomi. Bagi yang niatnya cuma ingin kaya raya jangan harap berhasil melakukan ritual ini. Niatnya harus baik! misalnya untuk membayar hutang-hutang yang menumpuk yang bisa mengakibatkan kehancuran rumah tangga, agar terhindar dari putus asa/bunuh diri akibat tekanan ekonomi, agar tidak menggadaikan iman ataupun untuk mendapat modal bisnis guna membangun lapangan kerja.


Tapi niat baik saja juga belum cukup. 2.5% dari hasil penarikan harta tersebut harus disumbangkan kepada yang yang berhak, selain itu penggunaan harta tsb tidak boleh untuk kemaksiatan. Harta karun dari golongan putih tidaklah memakai tumbal nyawa. Pengorbanan yang kita lakukan hanyalah berupa perangkat ritual spt minyak tertentu dan mewiridkan amalan tertentu (pengorbanan biaya, tenaga dan waktu).
Amalan yang dilakukan semuanya meminta kepada Allah dan tidak ada pemujaan kepada mahluk halus. Jika Allah mengijinkannya maka akan diutus khodam untuk menemui orang yang membutuhkan tsb. Disebutkan pula oleh banyak praktisi supranatural, dana ini berasal dari orang kikir yang tidak berzakat atau bersedekah misalnya mereka akan kehilangan uang sejumlah tertentu dengan berbagai cara yang kemudian akan berpindah ke alam gaib. Hal ini disebabkan karena 2.5% kekayaan kita sesungguhnya bukanlah hak kita melainkan harus diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam hal penarikan dana gaib, besarnya uang ditentukan oleh kebutuhan orang tersebut misalnya 100jt, 500jt, 1M dll. Jadi tidak boleh rakus dalam meminta dana. Ketika bertemu khodam itulah kita mengutarakan berapa kebutuhan kita sesungguhnya. khodam yang ditemui biasanya berwujud orang yang nampak sangat berwibawa dan sorot mata yang tajam. Ketika bertemu sama sekali tidak boleh takut/gentar apalagi lari karena dipastikan ritualnya akan gagal. Ritual ini pun hanya berlaku sekali seumur hidup saja. Bagi yang sudah pernah berhasil mendapatkan dana maka tidak bisa lagi melakukan permohonan. 
Mungkin diantara kita banyak yang bertanya, jika memang dana gaib itu ada kenapa tidak paranormal itu saja yang mengambilnya sendiri? jawabannya adalah karena dana tersebut hanya untuk mereka yang memenuhi persyaratan atau berhak saja. Jadi sesakti apapun paranormal tsb, ia tetap tidak akan berhasil jika memang Allah menilai paranormal tsb tidak berhak mendapatkannya. Jadi biasanya paranormal hanya sekedar perantara untuk memberikan jalan/ritual/tata cara memohon rejeki dana gaib langsung ke Allah.
Dari penjelasan ini maka semoga kita dapat membedakan mana yang haq dan batil. Sebisa mungkin hendaknya kita berusaha mencari rejeki dengan cara bekerja atau berbisnis, namun jika segala usaha kita menemui jalan buntu atau bahkan kehancuran maka tiada guna berputus asa apalagi bunuh diri atau menggadaikan iman karena sesungguhnya harapan masih selalu akan ada dengan jalan memohon kepada-Nya.
Sumber : http://www.indospiritual.com/artikel_menguak-misteri-harta-karun-gaib.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar